Analisis 1 (Sakral/kudus/suci
dalam agama Yahudi, Kristen dan Islam)
A.
Sakral
menurut Yahudi
Sejarah
bangsa Yahudi dimulai dengan Abraham yang mendengarkan panggilan Allah untuk
menduduki tanah kanan. Cucu Abraham, Yakub dijanjikan untuk diberi banyak anak
oleh Allah dan dadri 12 nama anak laki-lakinya itu suku-suku Israel mamperoleh
nama mereka. Sementara itu, kata “Yahudi” (jew) berasal dari nama suku
Israel yanng paling kuat, yaitu Yehuda (judah).
Yahudi adalah istilah sebuah agama atau suku bangsa. Sebagai agama,
istilah ini merujuk kepada umat yang beragamakan Yahudi. Orang Yahudi percaya
bahwa mereka adalalh umat pilihan Allah dengan tugas khusus yang dilakukan
untuk tijuan-tujuan Illahi. Terdapat pendapat Yahudi bahwa Yahudi dianggap
suci/sakral oleh agama Yahudi kepada uma Yahudinya sendiri, yaittu:
a.
Seorang
anak yang terlahir dari ayah dan ibu beragamakan Yahudi disebut Yahudi asli
b.
Seorang
anak yang terlahir dari pasangan bangsa Yahudi dan bangsa lain. Yahudi
campuran
ini disebut Yahudi kelas dua (2)
Agama Yahudi
memiliki presepsi dan pandangan tentang arti kata sakral, kudus dan suci. Menurut
mereka kesucian (kudus) adalah dasar suatu system undang-undang agama dan
moral. Dan mereka mengutarakan bahwa kasucian memiliki dua aspek yaitu aspek
positif dan negatif, ini membuktikan bahwa adanya kesamaan didalam mengartikan
kata suci tersebut. Aspek negatif dalam kesucian disini menuntut umat Yahudi
untuk meninggalkan keberhalaan dan hal ini mennnjadi salah satu perintah yang
amat sulit untuk mereka laksanakan sehingga menjadi aspek negatif didalam
kesucian itu sendiri. Sedangkan aspek positifnya adalah berpegang teguh kepada
kepercayaan dan peribadatan yang telah diwahyukan Tuhan kepada mereka. Didalam
agama Yahudi mereka mmenganggap suci Tuhan mereka yang disebut dengan YeHoVah.
Serta masih ada beberapa hal yang dianggap suci oleh mereka, seperti
patung-patung dan binatang, bahkan umat Yahudi mamiliki hari-hari yang dianggap
suci, seperti hari paskah, hari bulan baru, dan hari pondok raya.
B.
Kudus
menurut Kristen
Agama Kristen bukan semata-mata hadir dengan mukjizat-mukjizatnya,
tetapi bahkan sampai hari ini tidak seorang bijak pun yang percaya bila tanpa
mukjizat. Umat Kristen percaya bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah dan Putra
Manusia – sungguh-sungguh Allah, dan sungguh-sungguh manusia yang tanpa dosa.
Umat Kristen perdana sering menyebut Yesus sebagai “Putra Allah”, meskipun
kata-kata itu hanya terkadang muncul dalam Injil. Sebutan itu menyoroti
hubungan khusus antara Yesus dengan Allah. Agama Kristen adalah sebuah
kepercayaan yang berdasarkan pada ajaran, hidup, nasib, wafat dan kebangkitan
Yesus Kristus. Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan mesias, yaitu
juru selamat bagi seluruh umat manusia yang menembus manusia dari dosa-dosa.
Mereka beribadah di greja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Umat Kristen
juga percaya bahwa Yesus Kristus akan datang pada kedua kalinya sebagai Raja
dan Hakim dunia ini.
Didalam agama Kristen kudus diartikan sebagai sesuatu yang maha
sempurna, maha tahu, maha kuasa dan maha kekal. Meskipun terdiri dari tiga
pribadi tahu, tetapi hanya satu Tuhan yaitu Allah yang memiliki pengetahuan
Ilahi, satu kehidupan Illahi, sehingga sering disebut dengan Tritunggal yang
maha kudus yang tercantum dalam Credo Iman Rasuli. Umat Kristen juga mengenal
Tritunggal, yaitu sebagai:
a.
Tuhan
Allah Bapa
b.
Tuhan
Allah Anak
c.
Roh
Kudus
C.
Suci
menurut Islam
Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan yaitu Allah SWT. Islam
adalah suatu kata arab yang artinya “menyerah” dan seorang muslim adalah
“seorang yang menyerahkan diri kepada kehendak Allah”. Islam adalah cara hidup
secara total yang meliputi wilayah-wilayah kehidupan, baik sekuler maupun
spiritual.
Kepercayaan dasar islam dapat ditemukan pada dua kalimat syahadat,
yaitu “asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammdan rasuulullah”
yang berarti “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah , dan aku bersaksi
bahwa Muhammad adalah utusan Allah”. Esensinya adalah prinsip keesaan Tuhan dan
pengakuan terhadap Kenabian Muhammad. Umat muslim menyembah yang terdapat di
salah satu sudut Ka’bah, benda tersebut termasuk benda sakral walaupun bisa
dilihat atau kongkrit. Makhluk-makhluk dan wujud-wujud sakral yang bermacam-macam,
seperti Allah dan Muhammad, adalah sakral bagi pengikut mereka (umat-Nya) dan
disembah didalam upacara-upacara dan diabaikan dalam ajaran-ajaran kepercayaan
mereka. Dengan demikian kesakralan terwujud karena sikap mental yang didukung
oleh perasaan. Perasaan kagum itu sendirisebagai emosi sakral yang paling
nyata, yaitu adalah gabungan antara pemujaan dan ketakutan.
Analisis 2 (Ritual Keagamaan)
A.
Yahudi
Dalam agama
Yahudi terdapat berbagai ritual dan upacara agama, yaitu:
a.
Sembahyang
dan do’a
Mereka
melakukan sembahyang sehari tiga kali secara berjamaah dengan menghadap kiblat
kepercayaan mereka yaitu disebut deengan Baitul Muqaddas. Mereka juga
mendirikan sinagog-sinagog sebagai pusat mengajarkan agama.
b.
Puasa
Mereka
diwajibkan berpuasa pada hari kesepuluh pada setiap bulan ke-7 serta melakukan
puasa-puasa khusus setiap ada musibah atau bencana yang menimpa Bani Israil.
c.
Qurban
Penyembelihan
binatang pada mazhab (tempat penyembelihan yang terdiri dari dua belas tiang).
d.
Memberikan
hasil petanian
Memberikan
persepuluh dari hasil pertanian.
e.
Berkhitan
Mengkhitan anak
laki-laki pada hari ke-8 setelah kelahiran dan bagi yang hendak masuk agama
Israil.
f.
Upacara
paskah
Hari peringatan
keluar dari Negri Mesir.
g.
Pantekosta
Perayaan hari
ke lima puluh dari hari paskah atau dapat dibilang sebagai hari sesudah tujuh
kali jum’at atau tujuh minggu.
h.
Pencucian
Dalam agama
Israil waktu ketujuh yaitu:
-
Hari
sabtu
-
Bulan
ketujuh
-
Tahun
ketujuh
B.
Kristen
Upacara
keagamaan Kristen dalam istilah gereja adalah kumpulan sembahyang dan do’a yang
sempurna didalam pesta-pesta gereja dan dilakukan oleh pendeta bersama
orang-orang yang membantunya di dalam melakukan rahasia-rahasia suci. Termasuk
upacara tersebut adalah bersujud didepan altar dengan hanya masuk di dalam
gereja, berdupa, bersujud dan melakukan sembahyang tujuh yang telah diwajibkan
oleh gereja. Yaitu sembahyang pagi buta, sembahyang jam 3, jam 6, jam 9, jam
11, jam 12 kemudian sembahyang pertengahan malam.
Dan
beberapa adat ritual Kristen:
a.
Baptisan
Dikenal sebagai
ritual inisiasi Kristen yang melambangkan pembersihan dosa.
b.
Paskah
Perayaan
terpenting dalam tahun Liturgi Grejawi Kristen. Menurut umat Kristen paskah
identik dengan Yesus.
c.
Kebaktian
Subuh
Kebaktian yang
dilakukan pada paskah, kebaktian ini dipraktikan oleh Greja Protestan dan sama
seperti kebaktian malam paskah yang dijalankan.
d.
Do’a
Pengajaran
Yesus tentang do’a pada khotbah di bukit menggambarkan bahwa do’a secara
kristiani hanya memakai sedikit faktor eksternal atau tidak ada sama sekali
seperti misalnya harus menggambar simbol-simbol tertentu atau harus menyembah
hewan-hewan tertentu.
e.
Kalender
Liturgis
Kristen
protestan mengatur ibadah dalam jadwal kalender liturgis. Termasuk hari-hari
suci, misalnya hari perenungan yang memperingati sebuah kejadian di dalam hidup
Yesus Kristus.
C.
Islam
a.
Shalat
5 waktu
Ritual
sembahyang atau menyembah (bersujud) kepada Allah SWT yang sudah menjadi suatu
kewajiban yang tertera dalam kitab suci umat Islam yaitu Al-qur’an
b.
Puasa
Umat Islam
diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan, adapun puasa sunahnya (tidak wajib)
seperti puasa senin-kamis, puasa daud, dan puasa syawal. Puasa dalam Islam
adalah menahan segala hawa nafsu dari apa-apa yang membatalkan puasa seperti
makan, minum, maksiat dan lain-lain.
c.
Zakat
Kegiatan
menyisihkan 2.5% dari harta yang kita miliki untuk diberikan kepada orang-orang
yang kurang mampu.
d.
Menunaikan
Ibadah Haji
Ini merupakan
rukun Islam yang ke-5 dalam agama Islam. Kegiatan ini diwajibkan bagi
orang-orang yang mampu.
e.
Aqiqah
Kegiatan
menyembelih dan membagikan daging hewan yang telah disembelih seperti kambing,
yang disarankan pada hari ke-7 setelah kelahirang seorang bayi, kemudian
dilanjut dengan ritual dengan memotong rambut sang bayi.
f.
Perayaan
Eidul Fitri dan Eidul Adha
Eidul Fitri merupakan hari
kemerdekaan umat Muslim setelah berpuasa selama satu bulan penuh pada bulan
Ramadhan. Eidul Adha yaitu hari raya qurban yang dilaksanakan pada bulan Haji.
Analisis 3 (fungsi
agama memungkinkan masyarakat berkonflik dan melakukan tindak kekerasan atas
nama agama)
Menurut
saya pribadi, apabila kita telah beragama maka tidak ada kemungkinan timbulnya
sebuah konflik antar masyarakat beragama apalagi sampai adanya kekerasan yang
beratas namakan agama yang dianutnya, karena apabila ditinjau dari tujuan agama
sendiri, diantaranya:
a.
Menegakkan
kepercayaan manusia hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa (tauhid)
b.
Mengatur
kehidupan manusia di dunia agar kehidupan teratur dengan baik sehingga mencapai
kesejahteraan hidupir dan bathin
c.
Menjunjung
tinggi dan melaksanakan kepribadatan hanya kepada Tuhan yang Maha Esa
d.
Menyempurnakan
akhlak manusia
Dan pada dasarnya fungsi beragama
adalah:
a.
Agar
kita dapat selalu ingat Tuhan, petunjuk bagaimana kita berhubungan dengan Tuhan
dalam kehidupan kita sehari-hari
b.
Sebagai
pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari
c.
Penyelaras
hidup dalam masyarakat
Saya
berpendapat bahwa konflik tidak akan terjadi apabila seluruh masyarakat
memahami betul ajaran agama yang dianutnya, apabila terjadinya konflik antar
masyarakat yang membawa nama agamanya berarti mereka yang berkonflik itu tidak
memahami betul ajaran agama yang dianutnya, karena tidak agama yang mengajarkan
dan memerintahkan umatnya atau penganutnya untuk berkonflik atau berselisih
tanpa adanya alasan yang jelas. Dan konflik itu terjadi atas dasar umatnya
bukan dari agama itu sendiri, mungkin dari segi kepribadian.
Nama : Sri Mulyani Hasan
Smt/jur/kls : 1
KPI D
Subjek : UTS Sosiologi Agama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar